SELAMAT DATANG DI SALMANTY PURBALINGGA SHOWROOM BURUNG PEKUTUT IMPORT DAN HASIL TERNAK JAWA TENGAH INDONESIA 12/02/26 - 12/03/04 ~ bursa perkutut
Custom Search

Minggu, 04 Maret 2012

tip menghasilkan burung juara

TIPS MENGHASILKAN PERKUTUT JUARA

Dalam beternak burung perkutut setiap peternak tentu punya impian agar satu saat kelak bisa punya burung perkutut juara yang lahir dari peternakannya. Agar supaya peternakan kita menghasilkan perkutut juara tapi dengan modal yang tidak terlalu besar ada tips-tips yang bisa kami berikan pada semua penggemar perkutut tips-tips itu kami bagi dalam beberapa kelompok :
• Pemilihan bibit
Pemilihan bibit yang akan kita gunakan untuk indukan merupakan factor utama dalam beternak perkutut. Indukan tersebut memang tidak harus berharga mahal yang murahpun tidak jadi masalah asal kita tahu jelas trah atau keturunan dari burung tersebut, siapa bapak dan ibunya siapa pula kakek dan neneknya. Dari silsilah ini kita mulai bisa meraba bagaimana tipe burung ini apakah bertipe irama seperti burung asli Indonesia atau bertipe suara burung Bangkok yang punya volume besar tengah senggang dan ujung panjang. Kalau kita sudah mengidentifikasi suara baru kita mengcroskan dia tipe burung diatas dengan mempertimbangkan trend suara burung yang berlaku saat ini.
Trend suara burung perkutut saat ini yang rata-rata punya volume besar tapi tidak gembos, suara tengah yang senggang dan ujung yang panjang ada baiknya kita memilih indukan dengan prosentasi tipe suara Bangkok 75 % dan tipe irama 25 %. Contoh
Perkutut A anak dari perkutut jantan A1 (Bangkok) dan betina A2 (Bangkok)
Perkutut B Anak dari perkutut jantan B1(Bangkok) dan betina B2 (tipe irama)
Maka bila kita mengawinkan perkutut A dan perkutut B maka kemungkinan besar perkutut yang dihasilkan dari perwinan indukan A dan B akan mempunyai ciri-ciri mempunyai suara depan yang bagus dengan suara tengah senggang, volume besar dan ujung yang bagus
Perkutut Bangkok yang sekarang banyak beredar di Indonesia memang tidak semuanya bagus tergantung kita yang memilih. Dan apabila kita tidak mempunyai modal yang besar untuk mendapatkan perkutut Thailand
(Bangkok) kita cukup membeli dari peternak Indonesia yang melakukan crossing indukan dengan materi Bangkok dengan Bangkok . Dan kalau itu masih terlalu mahal kita bisa membeli F2 dari indukan bangkok dengan Bangkok tersebut. Kalau sudah dapat baru kita crossing dengan indukan yang bertipikal suara Indonesia walaupu burung tersebut bersuara kecil asalkan burung tersebut mempunyai irama yang bagus
Dari sini apabila kita ingin mendapatkan produk dari peternak tertentu yang pertama kita cermati adalah apakah ada silsilah dari burung yang akan kita beli siapa bapak dan ibunya, dan siapa kakek dan neneknya. Prinsipinya semakin banyak identitas trah dari burung yang akan kita beli yang diberikan oleh peternak melalui kitir burung akan semakin mudah kita mengolah (menjodohkan) dengan burung yang kita punyai

• Penjodohan
Apabila kita sudah mendapat perkutut dengan identitas atau silsilah yang jelas sampai ke kakek dan neneknya maka kita bisa menjodohkan perkutut tersebut dengan perkutut yang kita punyai (asal silsilahnya sesuai) .
Hal pertama yang harus kita perhatikan dalam tahap perjodohan ini adalah umur dari burung yang akan kita jodohkan, usahakan burung yang kita jodohkan sudah diatas satu tahun. Sebelum kita memasukan kedalam kandang ada baiknya kita beri obat cacing terlebih dahulu, kalau tidak ada cacing yang keluar kita bisa lanjutkan dengan pemberian vitamin. Kalau sudah bugar maka kita bisa memasukan burung tersebut dalam kandang.
Memasukan kandang sebaiknya sore hari sehingga burung tidak sempat bertengkar, Kalau bertengkar kita bisa melakukan penyemprotan dengan sprayer sampai burung tersebut terlihat akur atau tidak bertengkar lagi. Setelah jodoh ada baiknya setiap hari kita memberi vitamin pada air minumnya sehingga kebugaran pasangan tadi tetap terjaga.

• Merawat piyik
Setelah pasangan perkutut tadi beranak dan menghasilkan piyek hal yang harus kita ingat dalam merawat piyek adalah kita harus selalu memperhatikan kesehatan piyek melalui terpenuhinya kebutuhan akan gizi dan vitamin serta mineral. Cara merawat piyek apabila kita mempunyai waktu kita bisa melakukannya sejak piyek tersebut berumur 7 hari. Kita bisa mencabut piyek tersebut dari indukan sejak piyek tersebut berumur 7 hari lalu kita suapi dengan Holliday extra foding . Kalau merek tersebut tida bisa kita temukan maka kita bisa melakukan penyuapan dengan biji-bijian selengkap mungkin misal campuran kacang hijau, beras merah, gabah putih, gabah merah dan millet. Intinya kita usahakan piyek tersebut tidak sakit dan tidak kekurangan gizi. Disamping itu pemberian vitamin tiap 2 hari sekali dan berganti ganti vitamin wajib di berikan dengan dosis yang kita sesuaikan dengan burung perkutut. Penyuapan piyek setiap hari kita lakukan 3 kali sehari sampai perkutut bisa makan sendiri. Kalau sudah bisa makan sendiri penyuapan berkurang menjadi 1 kali sehari. Hentikan penyuapan dengan extra foding sampai perkutut berumur kurang lebih 1 bulan. Setelah penyuapan kita hentikan sebaiknya pemberian vitamin tetap dilanjutkan sampai berumur kurang lebih 4 bulan. Dan setelah tahap ini perawatan burung kita lanjutkan dengan perawatan burung perkutut dewasa

• Melatih piyek
Melatih piyek sebenarnya bisa kita lakukan sejak burung tersebut berumur 2,5 bulan dan kalau ternyata bururng tersebut layak kita lombakan dan punya mental yang bagus maka kita bisa melombakan burung tersebut dan menjadikan burung tersebut jadi burung lomba

tehnik crossing


Gunakan saja jantan dengan step doble atau doble plus dengan irama cukup senggang dan betinanya doble atau triple irama agak rapat gapapa yang penting nekan. Usahakan keduanya berujung panjang dan ndhlosor dan salah satunya bersuara besar.
Buatlah 2 pasang dengan kriteria yang kurang lebih sama. Sehingga akan ada pasangan A dan pasangan B.

Harapannya di hasilkan anakan yang bersuara doble/triple dan berujung panjang. Begitu dihasilkan anakan yang bersuara doble/triple dengan irama bagus dan ujung panjang jangan di jual tapi di jadikan basic blood.


Anak pasangan A yang terbaik di kawinkan dengan anak pasangan B yang terbaik, maka di harapkan anaknya akan dominan memiliki step doble/triple berujung panjang dengan irama yang baik.

Menurut para pakar, betina triple dan jantan triple masih bisa menghasilkan anak engkle karena ada turunan engkle dari nenek/kakeknya. Dengan menggunakan anak pasangan A dan B yang berstep doble/triple ujung panjang, maka akan kecil kemungkinannya cucu pasangan A dan B berstep engkle berujung pendek karena nenek, kakek, bapak dan ibunya berstep doble dan triple dan semuanya berujung panjang.

Dalam lomba yang terpenting adalah irama, tapi dalam breeding yang terpenting menurut saya adalah agar produk Bpk bisa diterima pasar dengan baik. Jika anakan burung Bpk rata2 berstep banyak dan berujung panjang, saya kira bukan masalah yang terlalu sulit untuk menjualnya.

Soal irama bagus, serahkan saja pada Tuhan, kalau memang rejeki pasti nantinya diantara piyik2 yang berstep banyak dan berujung panjang tersebut akan keluar yang berirama yang mewah. Betulkan

merawat burung perkutut di musim hujan

Musim pancaroba seperti sekarang ini yang merupakan musim peralihan dari kemarau ke musim hujan memang merupakan saat yang paling banyak menyebabkan penyakit, terutama penyakit gangguan pernafasan seperti flu, batuk, influensa dan pilek.  Bukan hanya manusia yang banyak mengalami penyakit gangguan pernafasan seperti itu, tapi juga burung perkutut. Sehingga seringkali Bird Farm (peternak perkutut) terutama yang berskala besar dalam jumlah kandang, cukup repot karena banyak perkututnya yang terkena influensa yang dapat mengakibatkan kematian. Burung perkutut yang terserang flu, pada awalnya tampak sering diam saja dan bulu muka serta bulu badannya berdiri. Hal ini disertai pula dengan mata yang mengantuk dan hidung yang berlendir. Setelah memasuki hari kedua dan ketiga, perkutut yang sakit tersebut kondisinya semakin buruk. Selain hanya diam dan mengantuk, perkutut yang sakit flu juga tidak mau makan dan minum, sehingga badannya menjadi kurus dan lemas. Jika tidak segera diobati, biasanya pada hari ketiga ini atau paling lambat hari ke-4, perkutut yang terserang flu ini akan mati.

Untuk mengobatinya dilakukan dengan cara pemberian kapsul terafit yang banyak dijual di pasar burung. Caranya: 5-7 butir kacang hijau direndam dalam air hangat hingga agak lunak (direndam sekitar 20 menit), kacang hijau yang sudah lunak itu ditiris dan direndam dalam mangkok kecil yang berisi bubuk kapsul terafit yang dicairkan dengan 1 sendok makan air matang dan biarkan selama 5 menit.

Burung yang sakit flu diberikan kacang hijau rendaman obat terafit dan pastikan setiap butir kacang hijau
 tersebut sudah masuk ke dalam temboloknya , kemudian sisa larutan terafit juga diberikan kepadanya hingga habis. Maksud dari pemberian kacang hijau dan air yang dicampur dengan obat terafit adalah sebagai makanan, minuman sekaligus obat, karena seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa burung perkutut yang terserang penyakit flu, tidak mau makan dan minum.

Pada sore hari, burung perkutut yang sakit flu diberikan 2-3 potongan kecil bawang merah dan bawang putih, serta hidung dan badannya kita usapkan dengan bawang merah yang sudah ditumbuk halus supaya badannya menjadi hangat. Setelah diberikan bawang, berikan pula 7 butir kacang hijau yang sudah direndam air hangat tanpa obat terafit. Dan sangkarnya digantung di dalam rumah atau di teras rumah dan di dekatkan dengan lampu supaya hangat.
Perlakuan seperti di atas dilakukan selama 3 hari berturut-turut, pada hari ke-4 hingga hari ke-7, pemberian obat terafit dihentikan, karena perkutut yang sakit flu sudah membaik dan bisa makan - minum sendiri. Tetapi pada sore harinya masih perlu diberi bawang merah dan beberapa butir kacang hijau rendaman dengan tujuan membantu proses pemulihan kesehatan.

Untuk mencegah penyakit saluran pernafasan, maka yang harus diperhatikan adalah :

  1. Jaga kebersihan sangkar / kandang serta tempat makan dan minum.
  2. Berikan makanan tambahan berupa ketan hitam dan sedikit godem pada musim hujan.
  3. Jangan sampai perkutut terkena air hujan.
  4. Jangan memandikan perkutut pada saat cuaca tidak mendukung.
  5. Berikan setiap minggu, beberapa potong kecil bawang merah dan bawang putih serta 5 s/d 7 butir kacang hijau yang sudah direndam hingga lunak untuk memperkuat daya tahan tubuh.
  6. Segera pisahkan perkutut yang sakit untuk menghindari menularnya penyakit.
Semoga Tips perawatan dan pencegahan penyakit flu pada perkutut di atas dapat berguna dalam merawat perkutut kesayangan

cara merawat burung perkutut

Perawatan perkutut

Perawatan perkutut sebenarnya termasuk sangat mudah jika di bandingkan dengan burung kicauan. Hal ini di karenakan burung perkutut tidak membutuhkan extra fooding yang aneh-aneh seperti jangkrik, kroto dan lainnya.

Perawatan harian perkutut

Untuk perawatan perkutut sehari-hari yang perlu di perhatikan adalah kecukupan makanan dan minum di wadah pakan perkutut.
Makanan perkutut secara umum terdiri dari beberapa macam biji-bijian seperti milet, jewawut, ketan hitam, godem, dan gabah. Jika anda ingin menggunakan pakan jadi, itu lebih baik karena biasanya sudah komplit isinya.
Pakan perkutut. Saran saya untuk perawatan yang lebih optimal, berikan pakan perkutut jadi yang bermerk seperti longkung, madura koong, gold coin, larasati dan lainnya. Hal ini di karenakan pakan bermerk biasanya sudah di berikan campuran vitamin, madu, dan rempah-rempah untuk menjaga kondisi stamina perkutut. Untuk pakan tambahan, berikan sotong (pakan perkutut berwarna putih seperti tulang) untuk sumber kalsium.
Mandi. Memandikan perkutut tidak memerlukan bak karamba seperti burung ocehan. Memandikan perkutut juga tidak menggunakan handspray namun bisa juga asal dengan semprotan embun dan jangan kena kepalanya, Umumnya memandikan perkutut cukup dengan memegangnya dan mengusapnya dengan tangan yang basah atau bisa juga dengan memengangnya lalu di grujuk di bawah kran yang mengalir pelan. Dalam meandikan perkutut harus hati-hati agar tidak sampai hidungnya kemasukan air.
Waktu yang paling tepat untuk mamandikan perkutut adalah sore hari menjelang maghrib atau pada malam hari. Mandikan perkutut anda seminggu sekali atau dua hari sekali jika burung perkutut anda sangat liar. Dengan sering memegang dan memandikannya perkutut akan cepat jinak dan mengenal tuannya.

Perawatan kesehatan dan stamina perkutut

Penyakit. Penyakit yang sering menjangkit perkutut adalah cacingan. Tanda-tanda cacingan biasanya bulu burung mengkorok dan kotorannya mencret. Jangan anggap remeh penyakit ini, perkutut yang cacingan biasanya malas bunyi karena tidak fit. Perkutut akan cepat kurus badannya dan kotorannya akan bau.
Untuk perkutut yang sudah lama di perlihara di rumah biasanya sangat jarang terserang cacingan. Penyakit cacingan biasanya hanya terjadi pada burung perkutut yang masih baru keluar dari peternakan perkutut. Di peternakan perkutut pada umumnya alas sangkar adalah pasir, dan pasir adalah sumber dari telor cacing.
Cara pengobatan cacingan cukup dengan menggunakan combantrin tablet ukuran 125 mg yang dipotong kecil sebesar biji kacang hijau (agak kecil sedikit), lakukan ini pada malam hari agar burung tidak stress dan lemas karena pengaruh obat. Setelah di beri obat cacing besoknya segera bersihkan sangkar (cuci yang bersih). Lakukan ini sekali lagi satu minggu kemudian untuk memastikan perkutut anda bebas dari cacingan.
Untuk pencegahan, sebaiknya berikan pakan jadi yang bermerk karena pakan bermerk biasanya di masak dalam pengolahannya dan berikan air minum yang telah masak.
Stamina. Untuk menjaga stamina, perkutut perlu di berikan vitamin anak-anak seperti vitkom atau vitamin cair untuk bayi pada minumannya 1 – 2 minggu sekali. Untuk menjaga kestabilan bunyi, lolohkan kacang hijau yang sudah di rendam dengan air panas dan di biarkan mengembang (rendam sekitar 6 jam). Lolohkan pada malam hari setelah di mandikan.
Kerekan. Pada dasarnya perkutut rumahan tidak perlu di kerek. Burung perkutut yang di kerek dalam perawatan hariannya adalah untuk melatih mentalnya saja agar mau bunyi jika di lombakan. Yang lebih penting adalah penjemuran karena perkutut adalah burung yang menyukai panas. Pada kondisi cuaca yang dingin biasanya perkutut agak malas untuk bunyi

mengenal burung perkutut "merbuk atau perkutut"

'Merbuk''' atau '''perkutut''' (''Geopelia striata'', [[familia]] [[Columbidae]]) adalah sejenis [[burung]] berukuran kecil, berwarna abu-abu yang banyak dipelihara orang karena keindahan suaranya. Dalam tradisi [[Indonesia]], terutama [[Jawa]], burung ini sangat dikenal dan digemari, bahkan agak lebih "dimuliakan" dibandingkan dengan burung peliharaan lainnya. Perkutut masih berkerabat dekat dengan [[tekukur]], [[puter]], dan [[merpati]].
== Morfologi ==
Ciri Morfologisnya :
# Burung perkutut bertubuh kecil.Panjangnya berkisar antara 20-25 cm.
# Kepalanya membulat kecil,berwarna abu-abu.
# Paruhnya panjang meruncing dengan berwarna biru keabu-abuan.
# Mata burung perkutut bulat dengan iris berwarna abu-abu kebiru-biruan.
# Lehernya agak panjang dan ditumbuhi bulu-bulu halus.
# Bulu disekitar dada dan leher membentuk pola garis melintang berwarna hitam dan putih.
# Bulu yang menutupi badan perkutut berwarna kecokelatan.
# Pada bulu sayap terdapat garis melintang berwarna cokelat tua.
# Bulu ekornya yang juga berwarna cokelat agak panjang.
# Jari-jari perkutut berjumlah 8 dengan kuku-kuku yang runcing.Jadi jumlah jari sebelah kaki adalah 4.
# Tiga dari empat jarinya ada di depan dan sebuah jari di belakang.
# Jari-jari perkutut berguna untuk bertengger.

{{burung-stub}}

[[Kategori:Geopelia]]
[[Kategori:Burung Indonesia]]
[[Kategori:Burung Burma]]
[[Kategori:Burung Thailand]]
[[Kategori:Burung Singapura]]
[[Kategori:Burung Malaysia]]
[[Kategori:Burung Filipina]]

[[de:Sperbertaube]]
[[en:Zebra Dove]]
[[eo:Zebrokolombo]]
[[fr:Géopélie zébrée]]
[[jv:Perkutut]]
[[ms:Burung Merbok]]
[[nl:Zebraduif]]
[[ru:????????? ???????]]
[[su:Tikukur]]
[[sv:Zebraduva]]

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More